Antasari Place

Aktivitas Padat? Coba Olahraga Low Impact Agar Tetap Sehat

Aktivitas yang padat bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan. Olahraga low impact seperti jalan cepat, bersepeda santai, yoga, hingga latihan beban ringan dapat menjadi pilihan praktis untuk tetap aktif tanpa terlalu membebani sendi. Selain membantu menjaga kebugaran, olahraga ini juga dapat mendukung kesehatan mental dan fokus di tengah rutinitas kerja.

Simak rekomendasi olahraga low impact dan cara menyisipkannya ke dalam jadwal harian agar tetap sehat meski memiliki aktivitas yang padat.

Baca Juga: Gaya Hidup Wellness untuk Hidup Sehat dan Seimbang

Mengapa Olahraga Low Impact Cocok untuk Profesional Muda

Bagi banyak profesional, kendala terbesar untuk berolahraga adalah waktu dan tenaga. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat sekitar 37,4% penduduk usia di atas 10 tahun kurang beraktivitas fisik, dan alasan yang paling sering disebut adalah tidak ada waktu. Olahraga low impact menjawab masalah ini karena bisa dilakukan singkat, tidak butuh persiapan rumit, dan tidak membuat badan terlalu lelah.

Berikut penjelasan lengkapnya, mulai dari pengertian sampai manfaatnya.

Apa Itu Olahraga Low Impact

Olahraga low impact adalah aktivitas fisik yang meminimalkan tekanan pada sendi. Gerakannya cenderung halus dan mengalir, tanpa lompatan atau hentakan keras seperti pada lari atau olahraga lompat. Contohnya jalan cepat, bersepeda, yoga, berenang, dan latihan beban ringan.

Perlu diingat bahwa low impact tidak sama dengan low intensity. Bersepeda atau berenang dengan tempo yang lebih cepat tetap bisa membuat jantung bekerja cukup keras. Jadi olahraga ini cocok untuk pemula, untuk Anda yang sudah lama tidak berolahraga, dan juga untuk yang ingin tetap aktif tanpa risiko cedera sendi.

Manfaat Olahraga Low Impact untuk Tubuh dan Pikiran

Manfaat yang paling jelas adalah lebih ramah untuk sendi dan lutut. Menurut ulasan dari Baylor Scott & White Health, olahraga seperti bersepeda, berenang, dan latihan kekuatan tetap bisa membangun otot, menjaga kesehatan jantung, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Dampaknya juga terasa pada pikiran:

  • Membantu mengurangi stres. Bergerak secara rutin membuat tubuh lebih rileks, sehingga tekanan pekerjaan terasa lebih ringan.
  • Memperbaiki suasana hati dan kualitas tidur. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas tidur, terutama di tengah rutinitas yang padat. 
  • Meningkatkan fokus. Tubuh yang aktif cenderung lebih siap berkonsentrasi, yang membantu produktivitas di sela jam kerja yang padat.

Untuk takarannya, WHO menganjurkan orang dewasa usia 18 sampai 64 tahun bergerak setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang. Angka ini juga dipakai dalam anjuran aktivitas fisik dari Kemenkes. Waktunya boleh dicicil, jadi tidak harus dilakukan sekaligus.

Rekomendasi Olahraga Low Impact untuk Jadwal Padat

Lima pilihan di bawah ini bisa dikombinasikan sesuai kondisi Anda. Anda tidak perlu mencoba semuanya, cukup pilih satu atau dua yang paling mudah dijalankan dalam rutinitas harian.

Jalan Cepat

Jalan cepat adalah olahraga paling sederhana karena bisa dilakukan kapan saja tanpa alat khusus. Anda bisa menjalankannya saat berangkat kerja, di jam istirahat, atau setelah makan malam. Berjalan kaki secara ringan pun sudah memberi manfaat bagi jantung, sehingga cocok sebagai langkah awal bagi yang belum terbiasa berolahraga.

Bersepeda Santai atau Sepeda Statis

Bersepeda melatih otot kaki dan jantung tanpa membebani lutut. Sepeda statis menjadi pilihan praktis karena tidak terpengaruh cuaca maupun lalu lintas. Waktu terbaiknya adalah sebelum atau sesudah jam kerja, dengan durasi 20 sampai 30 menit sudah cukup untuk memulai.

Yoga atau Pilates

Yoga dan pilates menekankan gerakan terkontrol, pernapasan, dan kelenturan. Setelah seharian duduk di depan layar, gerakan ini membantu melemaskan punggung dan bahu serta membuat tubuh lebih rileks. Satu sesi pendek di pagi atau malam hari bisa menjadi cara yang menenangkan untuk menutup hari.

Latihan Beban Ringan atau Bodyweight

Latihan beban ringan, seperti squat, plank, atau memakai resistance band, menjaga kekuatan otot dan tulang tanpa gerakan yang keras bagi sendi. Panduan WHO yang diulas Kemenkes dalam artikel sedentary behavior dan aktivitas fisik menganjurkan latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu. Gerakan sederhana ini bisa dilakukan di rumah dengan waktu 15 sampai 20 menit.

Peregangan di Sela Jam Kerja

Peregangan adalah cara termudah untuk memutus kebiasaan duduk terlalu lama. Luangkan 5 sampai 10 menit untuk menggerakkan leher, bahu, dan punggung di sela pekerjaan. Kebiasaan kecil ini membantu mengurangi rasa kaku, dan Anda tidak perlu berganti pakaian atau pergi ke tempat khusus.

Tips Menyelipkan Olahraga di Hari yang Padat

Konsistensi lebih penting daripada durasi. Beberapa kebiasaan berikut membantu olahraga masuk ke hari yang sudah penuh:

  • Bagi waktu olahraga menjadi sesi 10 sampai 15 menit. Beberapa sesi singkat sama bernilainya dengan satu sesi panjang, dan jauh lebih mudah dijalankan di sela pekerjaan.
  • Jadwalkan olahraga seperti meeting. Masukkan ke kalender dengan pengingat, sehingga waktunya terlindungi dan tidak mudah tergeser oleh pekerjaan lain.
  • Memanfaatkan tangga dan jalan kaki untuk kegiatan harian. Memilih tangga atau berjalan ke tempat makan siang menambah gerak tanpa perlu waktu khusus.
  • Mulai bertahap. Bila belum terbiasa, mulai dari durasi pendek, lalu naikkan durasi dan intensitas perlahan agar tubuh tidak kaget dan Anda tidak cepat bosan.
  • Konsultasi ke dokter bila punya kondisi medis tertentu. Dokter dapat membantu menentukan jenis dan takaran olahraga yang aman untuk kondisi Anda.

Antasari Place: Hunian yang Mendukung Gaya Hidup Sehat

antasari place apartemen

Rutinitas sehat lebih mudah dijalankan ketika fasilitas pendukungnya dekat dengan tempat tinggal. Antasari Place berada di Jl. P. Antasari No. 45, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, dengan konsep smart living yang memadukan hunian, retail alley, dan ruang hijau perkotaan. Dikembangkan oleh Paradise Indonesia, Antasari Place menawarkan lingkungan yang mendukung kebutuhan penghuni dengan aktivitas padat. Tiga hal berikut dapat membantu Anda menjaga gaya hidup sehat. 

Anytime Fitness

Antasari Place menghadirkan Anytime Fitness yang memudahkan penghuni menyempatkan waktu untuk berolahraga. Lokasinya yang dekat dengan hunian membuat sesi olahraga singkat sebelum atau setelah bekerja lebih praktis dilakukan.

Ruang Hijau dan Lingkungan yang Nyaman

Antasari Place mengusung konsep urban greenery. Lingkungan yang hijau dan tertata membuat jalan santai di sekitar hunian terasa lebih menyenangkan, terutama untuk jalan cepat ringan di pagi atau sore hari. Suasana seperti ini juga membantu pikiran lebih rileks setelah seharian bekerja.

Kebutuhan Sehat Harian di Lifestyle Hub

Gaya hidup sehat tidak hanya didukung oleh olahraga, tetapi juga kemudahan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Lifestyle Hub, penghuni dapat menemukan Daily Foodhall untuk berbelanja kebutuhan harian tanpa perlu pergi jauh dari hunian. 

Baca Juga: 5 Manfaat Bergabung ke Komunitas Olahraga

Kesimpulan

Olahraga low impact membuktikan bahwa tetap sehat tidak harus menunggu waktu luang yang panjang. Jalan cepat, bersepeda santai, yoga, latihan beban ringan, dan peregangan bisa dilakukan dalam sesi singkat yang ramah untuk sendi. Mulailah dari satu kebiasaan kecil, lalu tingkatkan perlahan sampai mendekati anjuran 150 menit per minggu.

Hunian yang tepat membuat kebiasaan ini lebih mudah dijaga. Antasari Place menghadirkan Lifestyle Hub dengan Anytime Fitness, ruang hijau, dan kebutuhan harian yang dekat dengan rumah. Hubungi Antasari Place untuk mengetahui lebih lanjut hunian yang mendukung gaya hidup sehat Anda.