fbpx
Skip to content

Antasari Place

Antasari Place

Home » Biaya Tinggal di Apartemen: Tips dan Trik yang Harus Diketahui

Biaya Tinggal di Apartemen: Tips dan Trik yang Harus Diketahui

biaya tinggal di apartemen

Terbatasnya lahan untuk membangun rumah tapak di tengah kota, membuat apartemen menjadi alternatif hunian yang nyaman bagi kaum urban. Apalagi karena harga unit apartemen saat ini relatif tidak terlalu berbeda dengan rumah konvensional, minat masyarakat untuk beralih dan tinggal di apartemen semakin meningkat.

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa selain biaya pembelian apartemen, ada berbagai biaya tambahan bulanan lainnya yang juga harus dipersiapkan.

Oleh karena itu, agar tidak menyesal di kemudian hari, ketahui dulu berbagai biaya tinggal di apartemen seperti berikut ini.

Biaya Apartemen Apa Saja?

biaya tinggal di apartemen

Dengan tinggal di apartemen, penghuni akan dikenakan beberapa biaya tambahan untuk perawatan apartemen. Biaya perawatan ini dibayarkan setiap bulan dengan jumlah yang bervariasi, tergantung pada kebijakan yang diterapkan manajemen apartemen.

Berikut adalah beberapa biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh penghuni apartemen setiap bulannya.

IPL atau Iuran Pengelolaan Lingkungan

Iuran pengelolaan lingkungan (IPL) adalah biaya yang dibebankan kepada penghuni apartemen untuk menjaga kualitas dan kenyamanan lingkungan di dalam gedung apartemen. Biaya ini meliputi biaya perawatan gedung, lift, kolam renang, taman, dan fasilitas bersama lainnya, keamanan, hingga iuran pengelolaan sampah.

Besaran tarif dasar IPL ini sudah dijelaskan secara rinci dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan umumnya berksiar antara Rp10.000-Rp50.000 per meter persegi. Dengan kata lain, rumus untuk menghitung total biaya IPL adalah sebagai berikut.

Tarif dasar IPL x luas unit apartemen

Sebagai contoh, Anda memiliki unit apartemen seluas 36m2 dengan tarif dasar IPL senilai Rp15.000. Maka, total biaya IPL yang harus Anda bayar setiap bulannya adalah:

36m2 x Rp15.000 = Rp540.000

Namun, penting untuk diingat bahwa besaran tarif dasar IPL cenderung mengikuti tingkat inflasi sehingga dapat mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Sinking fund

Pada dasarnya, sinking fund adalah “tabungan” yang dikumpulkan dari setiap unit untuk perbaikan atau penggantian komponen-komponen gedung yang mendesak dan memerlukan biaya yang besar. 

Dengan adanya sinking fund, penghuni dapat merasa lebih tenang karena tidak perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar secara langsung untuk perbaikan-perbaikan yang bersifat darurat tersebut.

Sebagai contoh, saat terjadi gempa yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas apartemen, sinking fund akan menjadi sumber dana untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan tersebut.

Jumlah sinking fund yang harus dibayarkan penghuni setiap bulannya berbeda-beda, tergantung pada kebijakan manajemen apartemen. Namun, rata-rata berkisar antara Rp100.000-Rp200.000.

Biaya listrik dan air

Secara umum, biaya listrik di apartemen cenderung lebih tinggi dibandingkan rumah tapak. Hal ini disebabkan oleh regulasi PLN yang mengenakan tarif listrik apartemen sama dengan kategori bisnis seperti gedung kantor dan mall.

Misalnya, dengan kapasitas daya listrik 1.300 watt, satu unit apartemen dapat dikenakan tagihan listrik sebesar Rp700.000 hingga Rp1.000.000 per bulan. Padahal, satu unit rumah tapak hanya dikenakan tagihan sebesar Rp300.000-Rp500.000 untuk kapasitas daya yang sama.

Sementara itu, dalam hal biaya air, apartemen biasanya menggunakan perhitungan sesuai kebijakan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) setempat. Untuk pemakaian standar, biaya air yang harus dibayarkan berkisar antara Rp100.000-Rp200.000 setiap bulan.

Tagihan internet

Apartemen yang terletak di kota-kota besar umumnya menyediakan akses wifi untuk mendukung kenyamanan aktivitas bagi penghuninya. Namun, untuk menikmati fasilitas tersebut, penghuni harus membayar tagihan internet sekitar Rp300.000 per bulan.

Parkir

Penghuni apartemen biasanya perlu mengalokasikan dana sebesar Rp100.000-Rp200.000 per bulan untuk tarif parkir motor, dan Rp200.000-Rp300.000 per bulan untuk tarif parkir mobil.

Biaya laundry

Umumnya, apartemen menyediakan jasa laundry dengan rentang harga Rp8.000-Rp15.000 per kilogram. Apabila tinggal sendiri, biaya laundry yang dikeluarkan bisa mencapai Rp100.000 per bulan.

Simulasi Biaya Bulanan Tinggal di Apartemen

Sebenarnya, biaya tinggal di apartemen tidak dapat diprediksi secara akurat karena kebutuhan dan tingkat pemakaian setiap orang berbeda-beda, terutama dalam hal listrik, air, internet, dan laundry. Namun, berikut kami memberikan simulasi perhitungan agar Anda dapat memperkirakan biaya apartemen yang harus dibayarkan setiap bulan.

Sebagai contoh, Anda tinggal bersama pasangan di unit apartemen seluas 40m2. Berdasarkan regulasi manajemen apartemen Anda, tarif dasar IPL yang berlaku adalah Rp15.000 per meter persegi, dan sinking fund senilai Rp100.000 per bulan. Anda dan pasangan memiliki satu mobil dan satu motor yang diparkir di basement apartemen, serta rata-rata jumlah laundry Anda dan pasangan mencapai 8 kilogram setiap bulan.

Berikut adalah rincian biaya apartemen yang harus Anda keluarkan setiap bulan.

Biaya ApartemenPerhitunganTotal Biaya
IPL40m2 x Rp15.000Rp600.000
Sinking fundRp100.000
Biaya listrikRp500.000
Biaya airRp100.000
Biaya internetRp300.000
Parkir mobilRp300.000
Parkir motorRp150.000
Laundry8 kg x Rp10.000Rp80.000
TOTALRp2.130.000

Berdasarkan contoh kasus tersebut, total biaya tinggal di apartemen yang harus dibayarkan setiap bulan adalah Rp2.130.000. Namun, perlu diingat bahwa jumlah biaya ini dapat berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebutuhan dan pemakaian sehari-hari.

Tips dan Trik Menghemat Pengeluaran di Apartemen

biaya tinggal di apartemen

Melihat besarnya biaya apartemen yang harus dikeluarkan setiap bulan, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut untuk menghemat pengeluaran selama tinggal di apartemen. 

Hemat menggunakan listrik, air, dan internet

Untuk menekan pengeluaran bulanan, Anda harus menghemat penggunaan listrik, air, dan internet setiap bulan. Sebagai contoh, selalu matikan AC dan peralatan listrik lainnya saat sedang pergi ke luar, kurangi penggunaan AC dengan membuka jendela apartemen agar udara segar dapat masuk, gunakan lampu hemat energi, dan lain sebagainya.

Jalan kaki atau gunakan transportasi umum

Apartemen umumnya terletak di lokasi strategis, dekat dengan transportasi umum dan fasilitas publik. Untuk menghemat pengeluaran bulanan, Anda dapat memangkas biaya bensin dan transportasi pribadi dengan membiasakan diri untuk berjalan kaki atau menggunakan kendaraan umum.

Cuci pakaian sendiri

Harga laundry di apartemen memang masih tergolong murah. Namun, jika ditotal dalam sebulan, pengeluaran untuk laundry sudah terhitung besar.

Oleh karena itu, jika Anda berencana untuk tinggal di apartemen dalam jangka waktu lama, sebaiknya gunakan mesin cuci untuk mencuci pakaian sendiri. 

Demikian informasi mengenai berbagai biaya tinggal di apartemen yang harus Anda keluarkan setiap bulan. Sebelum beralih menetap di apartemen, pertimbangkan terlebih dahulu biaya-biaya tersebut beserta pemasukan Anda setiap bulan agar tidak salah mengambil keputusan dan menyesal di kemudian hari.